Menghabiskan Sisa 2018…

Setelah beberapa hari mulai aktif utak-atik dan menulis di blog, akhirnya terpikir untuk menuliskan apa yang saya alami beberapa tahun ini, setelah terakhir kali menulis tentang resolusi di Desember 2015.

Hidup memang berjalan biasa saja sejak saat itu. Beberapa target yang ingin saya capai di 2016 (Bayar hutang bisnis, Repackaging financial plan, beli NMax, Jadi guru biasa & menerapkan pola hidup sehat), Alhamdulillah beberapa terlaksana. Beli NMax saya tunda, karena beberapa alasan. 

Tapi ya begitu, mungkin saking hebatnya jebakan rasa malas yang bersembunyi di balik ‘zona nyaman’, untuk urusan bisnis semuanya datar. Urusan keuangan, Alhamdulillah berapa pun yang datang disyukuri. Tapi secara grafik saya harus katakan, tak ada perkembangan signifikan. Saya tak masalah dengan itu. Dan hingga sekarang saya biarkan semua berjalan seadanya. Haha ..

Untuk urusan sekolah, saya jadi guru biasa sejak Juni 2016, melepaskan tanggung jawab berat yang sejak 2 tahun terakhir saya pikul. Aslinya memang enak jadi guru biasa, enak sekali. 😀

Di 2016, nikmat terbesar yang datang dalam keluarga kecil kami adalah lahirnya Hana. Punya anak perempuan itu rasanya jauh berbeda dengan anak laki-laki. Rasa kasih sayangnya jauh lebih lembut, kata Pak Lutfi. Dan benar. Hana kecil ini memang berbeda dengan kakaknya. Pembawaannya berbeda, manjanya berbeda. Tapi yang jelas, kehadirannya membuat saya dan istri belajar untuk memperbesar kasih sayang. Mengalikan yang dulu hanya untuk 1 anak, sekarang menjadi 2. Bukan dibagi, tapi dikali. Begitu katanya.

Di Agustus 2016, saya bergabung menjadi Instruktur Nasional (istilah kerennya, jika tak mau disebut mentor) pada sebuah gerakan Guru Pembelajar. Sebuah program dinas pendidikan untuk selalu menyegarkan referensi para guru. Kegiatan itu berlanjut hingga menjelang akhir 2016. Untungnya tanggung jawab di sekolah hanya sebagai guru biasa, kalau tidak maka terbengkalai-lah semuanya. Program Guru Pemelajar ini memakan waktu rata-rata 2 pekan, dan itu berlaku beberapa kali.

Baca Juga :  Mimpi di 2014 Bro ...

Desember 2016, saya mengikuti program Diklat Sertifikasi Guru. PLPG. Sebuah program 2 mingguan yang akan mengubah gaji Anda menjadi 2 kali lipat. Haha … Alhamdulillah, sebuah kesyukuran yang luar biasa di tahun 2016. Allah sudah mengatur. Di saat bisnis berjalan biasa saja, di saat orang lain berjibaku untuk bisa lulus dalam diklat sertifikasi, di saat proses seleksi sertifikasi makin sulit, jalan saya dilancarkan. Sungguh itu adalah sebuah nikmat yang saya rasa bukan hal kecil. Subhaanallah …

Hingga akhir Desember 2016, saya sungguh terpaku menjalani hidup dengan kesenangan. Sama sekali tak tampak usaha saya untuk bekerja memperbaiki jualan. Toh sebenarnya saat itu usaha juga sudah berjalan auto. Artinya tanpa campur tangan saya pun, semua berjalan sebagaimana mestinya. Saya juga meminta bantuan seorang sepupu untuk mengatur semuanya. Tapi, Hey .. Ini bukan bisnis besar yang menghasilkan puluhan juta sebulan. Ini hanya sebuah usaha penjualan yang niatan saya adalah untuk memberikan pekerjaan pada beberapa orang yang membutuhkan. Dan secara keuntungan, semua profit usaha hanya dihabiskan untuk menutupi biaya operasional, gaji karyawan dan bayar hutang. :mrgreen:

Masuk 2017, karena sudah termasuk dalam penerima tunjangan sertifikasi, saya makin santai. Ya Allah … Ini hidup beneran santai. Tiap hari kerjanya cuma mengajar. Sampai rumah tidur siang. Bangun sore naik sepeda. Habis magrib sampe jam 12 malam nonton youtube, main facebook, baca koran. Haha …

Sungguh satu setengah tahun yang terasa foya-foya, hura-hura. Bahkan kalau dihitung me time saya, bisa jadi lebih dari separuhnya. 😀

Saya sebenarnya sudah beberapa kali meng-uninstall aplikasi penghabis waktu semisal facebook dan instagram di HP saya. Tapi yang namanya godaan dan hobbi, beberapa pekan kemudian akhirnya terinstall lagi. :mrgreen:

Baca Juga :  Resolusi 2015?! Here They Are!

Sejak awal adanya akun facebook saya di 2009, saya memang termasuk dalam kategori pecandu kelas berat. Meski kadang tak posting apa-apa, saya menghabiskan waktu scroll timeline hingga rata-rata lebih dari 3 jam sehari. Entah apa yang saya lakukan. Tidak posting, tidak sharing, tidak komentar. :mrgreen: Hanya baca-baca saja. Tapi itu memang enak. Santai sekali rasanya.

Sungguh biadab kemalasan ini. :mrgreen:

Yah, begitulah. Sekarang sudah menjelang akhir 2018.

Besok sudah masuk Agustus 2018. Berarti 5 bulan lagi 2018 akan berakhir.

Tak banyak yang saya harapkan hingga akhir tahun ini. Hanya doa semoga kesehatan selalu ada untuk kami sekeluarga.

Soalnya kami sudah menabung sejak awal Januari 2018 ini, untuk niatan umroh di akhir tahun ini semoga dapat terlaksana. Semoga Allah memudahkan semuanya.

Itulah satu-satunya rencana besar yang ingin saya gapai tahun ini.

Bantu doa ya … 🙂

Aamiin ..

Begitulah ceritanya. Hidup mesti indah.

Salam hangat,

Dari tempat paling indah di dunia .. :mrgreen:

Abied

Share artikel ini...
MasBied.com

About MasBied.com

Lovely Father. Romantic Husband. Teacher. Motivator. Influencer. Terima kasih telah berkunjung di blog sederhana ini. Semoga bermanfaat. Salam hangat, dari tempat paling indah di dunia ... ^_^