Pria Penakut

Satu orang penakut ditambah satu orang penakut menjadi dua orang agak berani.

Itulah motivasi sederhana yang pernah saya katakan pada beberapa siswa yang kesulitan mengerjakan soal matematika bahkan sebelum mereka mencobanya. Mental block yang dimiliki anak-anak sekolah perihal matematika ini membuat semuanya terlihat susah, bahkan sebelum ia mencoba untuk membaca soalnya. Saya ingin bilang, dari contoh orang yang takut ini kita bisa belajar bahwa bisa jadi satu anak yang tak tau ditambah satu anak yang tak tau menjadi dua anak yang agak tau. Ya siapa tau kan?! 😀 

Share artikel ini...

Jangan Menghina Pemimpin …

Saya bukan pendukung fanatik Jokowi. Itu pasti.

Saat ini, saya hanya mengakui diri saya sebagai : PENDUKUNG PRESIDEN.

Siapa pun presidennya, ya saya dukung. Jokowi sekarang presiden, saya dukung. Prabowo nanti presiden, ya saya dukung. Kenapa tidak?! Saya ini hanya rakyat biasa, yang tugasnya mendukung pemerintahan agar berjalan baik. 

Share artikel ini...

Bicara Politik?! No…

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sudah mendaftar di KPU kemarin. Hari ini, lini masa sosial media sudah penuh dengan bahasan tentang Pemilu. Teman-teman yang dulu hanyalah rakyat biasa, pegawai kantoran, ibu rumah tangga, tukang taman, guru ngaji, hingga jomblo high quality, tetiba jadi politisi paling mahir. 😆

Share artikel ini...

Menghabiskan Sisa 2018…

Setelah beberapa hari mulai aktif utak-atik dan menulis di blog, akhirnya terpikir untuk menuliskan apa yang saya alami beberapa tahun ini, setelah terakhir kali menulis tentang resolusi di Desember 2015.

Hidup memang berjalan biasa saja sejak saat itu. Beberapa target yang ingin saya capai di 2016 (Bayar hutang bisnis, Repackaging financial plan, beli NMax, Jadi guru biasa & menerapkan pola hidup sehat), Alhamdulillah beberapa terlaksana. Beli NMax saya tunda, karena beberapa alasan. 

Share artikel ini...
1 2 3 14